CINTA DAN HILANG
Khayalan Rindu
Tak sadar diri ku masih tertidur dalam
rindu yang menyelimuti hati. Entah sampai kapan aku masih terdiam dalam ruang
ruang yang sepih, hanya ditemani
secangkir kopi dan lentin music yang selalu menyegarkan jiwaku.
Hai, dimanakah bidariku? kau tahu bahwa
aku disini sedang merindu, merindukan hadirnya dirimu. Namun aku tak tahu rupa
mu seperti apa! Aku di beritahu oleh sang pembawah kabar, bahwa kau sangat
cantik parasmu. Namun bolehkah aku di izinkan untuk bertemu dengan dirimu,
wahay sang rindu?
Mungkin aku dan kau masih dalam dunia
yang berbeda yang belum bisa dipertemukan oleh waktu yang sama, tapi aku tahu
bahwa rindu selalu terasa walaupun kehadarimu masih dalam bayang bayang. Aku
yakin bahwa suatu waktu rindu ini akan terobati oleh hadirnya dirimu yang masih
dalam hayalan rindu.
Kadang aku cengeng dengan pribadiku,
mengapa aku masih percaya dengan khayalan rindu, tapi apa boleh buat? Aku tetap
mencobanya walaupun itu berat, kadang teman temanku selalu mengejekku mengapa kau masih percaya dengan
kata khayalan rindu. Tapi aku selalu percaya bahwa ini adalah masalah waktu.
Waktu yang belum bisa berpihak pada hati yang sedang merindu.
Mungkin kalau aku dipertemukan dengan
seseorang yang benar benar mencintaiku, aku merasa bahwa itulah anugrah yang
terindah, yang hadir untuk melengkapi hari hariku. Tapi ya sudahlah ini hanya
khayalan, yang membuatku bahagia dan
selalu tersenyum pada dunia yang penuh rindu.
Hari ini aku masih percaya bahwa
khalayan rindu akan mempertemukan aku dengan cinta yang benar benar mencintai
diriku apa adanya. Entah itu kapan, dan dimana waktunya, dia pasti akan datang
untuk melengkapi rindu yang masih belum terobati oleh siapa pemilikinya.
Milikilah hati yang penuh dengan
harapan, entah itu harapan cinta, cita cita, atau apapun itu. kamu harus miliki
itu, karena tanpa harapan kita tak pernah mengapai apa yang kita perjuangkan.
Halayan rindu boleh tapi jangan terlarut
dalam kegelapan, kegelapan yang membuatmu minder, dengan bisik bisikan yang ada
disampingmu. Miliki hati yang kuat dalam
menghadapi masalah, disaat kamu merasa sendiri. Artinya; tentu kamu tanpa arah dimana kamu melangkah untuk memulainya. Jika
hatimu penuh dengan khayalan, tentu kamu punya banyak cara untuk mengapainya,
milikilah hati yang terus berjuang tanpa mengenal lelah.
Lelah
bukan berarti kamu nyerah, dan nyerah
dalam situasi yang membuatmu diam, tapi lelah membuat kamu terus bangkit dan
mampu membuktikan bahwa khayalan rindu itu nyata.
Maaf,
aku tak bisa membisikan hati ini kepada siapapun. Karena aku belum menemukan
seseorang untuk mendengarkan cerita ceritaku, aku hanya mencurahkan khayalan
rindu ini pada angin dan keadaang dimana aku mau menceritakannya. Angin yang
selalu setiap mendengarkan cerita ceritaku, karena dimana aku duduk dia selalu
ada untuk ku untuk memberikan situasi yang nyaman dimana hati dan pikiran saling
menyatuh dalam ruang ruang rindu yang berat. Jika Tuhan mengijinkan aku
mencintai dirimu seperti angin yang selalu ada disaat aku merasa lelah, maka
aku sangat bahagia milik itu. Karena dimanapun kamu pergi aku selalu ada
disisimu. Namun ya udahlah itu hanya khayalan yang membuat yakin bahwa kamu
sudah ku miliknya.
Hari
ini aku merasa hampa, karena aku belum bisa miliki teman yang setia, setia
mendengarkan cerita ceritaku, aku juga bingun si…, karena belum bisa menemukan
yang pasti untuk mendengarkannya.
Aku Terluka Namun Bahagia
Aku pikir kamu yang terindah yang pernah
aku temui dalam dunia ku, kamu cantik dan menarik jika dipandang olehku. Kau
hadir dengan sejutah semangat yang membuatku merasa bahwa dunia ini sangat
lengkap dengan hadirnya dirimu, yang selalu menyakinkanku untuk tetap bertahan
pada satu atap yang dapat melindungiku, saat aku di terpa hujan yang sangat
deras.
Kadang aku merasa hampa dalam setiap
langkah, langkahku. Aku tak tahu darimana aku dapat memulainya lagi, aku
bimbang, aku cemas dengan kisah kisah hidupku, disaat aku sangat tulus
mencintai dirimu, aku fikir kamu adalah bagian yang awal dan akhir dalam hidupku,
namun semua yang aku fikirkan hanya sia sia. Kini sirna di bawah oleh sang
waktu yang terus berputar.
Mungkin inilah jalanku dalam menghadapi
realita hidup, yang penuh dengan berbagai rintangan, jika di awal aku tahu,
bahwa aku selalu di abaikan, mungkin aku tak berani untuk melangkah untuk
mengungkapan rasa yang tulus ini buat dirimu.
Aku yakinkan diriku bahwa kamu adalah
pelabuhan yang terakhir dalam duniaku. Namun kini aku menyadari bahwa pelabuhan
tak selamanya indah untuk kita sandari. Kadang ada tabrakkan kecil yang membuat
kita terus berhati hati, untuk menjadi sandaran.
Aku dan kamu adalah pengalaman yang
indah yang membuat aku untuk terus belajar. Belajar untuk berkata, bertindak,
jatuh dan belajar untuk bangkit dari masa masa sulit yang pernah membuat aku
selalu tersudutkan oleh bisikan bisakan kecil, yang membuat aku terpojokan dari
pandangan manusia luar. Aku bahagia ketika kau menyapaku dengan nada nada
lembut, namun nada lembut itu kini hilang, tak ada sapaan lembut lagi, dalam
bisikan telingaku. Mungkin kau telah menemukan pelabuhan yang lain, yang
membuat kau nyaman untuk berlabuh.
Tapi dengan pengalaman ini, aku jadikan
sebagai cerita yang indah. Untuk aku gengam sebagai pelajaran yang indah,
dimana aku belajar melangkah lagi.
Luka hari ini, membuat aku mendapat banyak
pengalaman indah, pengalaman dimana aku bisa belajar lagi tentang cara
mencintai dan cara menghargai orang lain. Aku merasa bahagia, bahagia untuk
terus berjuang disaat dimana aku mengagumi dirimu, walau kita belum saling menyapa
antara kamu dan diriku.
Rindu Yang Terdiam
Tetaplah dihatiku meski kau tak berada
di sampingku, disaat aku ada sayang sayangnya. Aku tahu, aku salah dengan apa
yang lakukan terhadap dirimu. Mungkin aku terlalu terburuh mencintamu, aku sadar bahwa waktu takkan
pernah berputar lagi untuk memperbaiki semua itu. Namun aku terus memcobanya
jika masih berpihak padaku.
Kini kau pergi meninggalkan diriku,
disaat aku mencoba untuk mempergi kesalahan yang pernah aku lakukan
diam tanpa ditemani dirimu yang kini hilang
tanpa kabar darimu, mungkin kamu sudah melupakanku.
Komentar
Posting Komentar